Mengetahui Peta Kekuatan Pilkada Jawa Barat 2018

pilkada jawa barat

Berbicara mengenai politik Jawa Barat memang tidak lepas dari perputaran pilgub Jawab Barat sendiri tahun 2018 untuk saat ini. Jawa Barat sendiri merupakan salah satu provinsi yang memiliki kota besar seperti Bandung dan Bogor. Di tahun 2018 ini akan ada empat pasangan yang akan mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Salah satu aspek yang dapat dijadikan tolak ukur sebagai calon gubernur dan wakil gubernur adalah dari karakter mereka sendiri sehingga calon yang sudah terkenal memiliki kinerja yang baik, mungkin jauh lebih mudah untuk mendapatkan dukungan. Lagipula, jumlah kursi legislatif pun tidak berpengaruh besar menentukkan kemenangan di eksekutif.

Di Jawa Barat sendiri menurut pengamat politik dari Universitas Padjajaran, dalam melakukan pemilihan masyarakat Jawab Barat dibagi menjadi dua yaitu kelompok tradisional dan kelompok religius. Tak lupa dalam melakukan promosi diri, calon gubernur dan wakil gubernur pun juga melakukan kampanye yang bahkan menggandeng artis-artis di Ibukota.

Berikut ini merupakan calon dan wakil gubernur yang akan maju pada pilgub 2018 yaitu.

  1. Tubagus Hasanuddin dan Irjen Pol Anton Charliyan

Tubagus Hasanuddin sendiri pernah menjabat sebagai wakil ketua komisi I DPR RI. Selain itu wakilnya yang bernama Irjen Pol Anton Charliyan adalah seorang perwira tinggi Polri dan seorang mantan Kapolda Jabar.

Pasangan ini merupakan pasangan yang tergolong baru yang diusung oleh partai PDIP. Menurut dari seorang pengamat politik dari Unpad tersebut, pasangan ini bukanlah pasangan yang mewakilkan dari kalangan religius.

Hal itu pun, tidak dilepastkan dari partai yang mengusung mereka yaitu PDIP. PDIP sendiri memiliki sejarah yang kurang mulus di Jawa Barat seperti kekalahannya pada pemilu tahun 2008.

  1. Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum

Saat ini Ridwan Kamil sendiri masih menjabat sebagai walikota Bandung untuk periode 2013 hingga 2018. Sedangkan UU Ruzhanul Ulum merupakan kader dari PPP dan pernah menjabat sebagai seorang Bupati di Tasikmalaya untuk periode 2011 hingga 2016.

Partai yang mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah PPP, PKB, Partai Hanura serta partai Nasdem. Menurut pengamat politik yang sama dari Unpad, pasangan ini merupakan pasangan yang diunggulkan. Hal itu tidak lepas dari rekam jejak Ridwan Kamil yang banyak memberikan gebrakan terhadap kota Bandung.

Sedangkan UU Ruzhanul yang merupakan seorang politikus PPP sendiri mewakili basis dimasa tradisional daerah priyangan sehingga cukup besar pemilihannya terutama di priyangan barat dan timur.

  1. Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi

Deddy Mizwar sendiri merupakan seorang aktor kawakan di Indonesia yang juga terjun di kancah politik di Indonesia. Deddy Mizwar sendiri menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Barat untuk periode 2013 hingga 2018. Sedangkan Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta untuk periode 2003-2008.

Partai golkar dan partai demokrat yang merupakan pengusung pasangan ini. Deddy Mizwar sendiri menurut Firman seorang pengamat politik dari Unpad merupakan seorang yang mewakilkan sosok religius.

Sayangnya, Dedi Mulyadi sering sekali mendaatkan isu yang kurang baik pada saat menjabat sebagi Bupati untuk kota Purwakarta dimana dia memiliki masalah dengan pemilih Islam Konservatif.

  1. Mayjen (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu

 

Mayjen (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu

Mayjen (Purn) Sudrajat adalah seorang purnawirawan perwira TNI-AD yang pernah menjabat sebagai Dirjen Strategi Pertahanan tepatnya di departemen pertahanan. Wakilnya, yang bernama Ahmad Syaikhu merupakan wakil walikota untuk periode 2013-2018 untuk kota Bekasi.

Pasangan ini diusung oleh partai Gerindra dan PKS.

Dibandingkan dengan 3 pasangan lain, pasangan calon dan wakil gubernur ini memang kurang memiliki kepopuleran di kalangan masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, ini merupakan pekerjaan berat yang harus mereka pikirkan.

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Utari